Pin Guide Sliding CVT Perlu Dilumasi – Ini Yang Vital Di Motor Matic

Posted on

Pin Guide Sliding CVT – Dalam hal ini tidak bisa di pungkiri, keberadaan motor matic saat ini memang menjadi pilihan bagi begitu banyak orang. Hal tersebut tentu bukan  tanpa alasan, melainkan karena penggunaan motor matic bisa dibilang cukup mudah karena kita hanya diharuskan untuk mengontrol gas dan juga sistem pengereman, tanpa perlu memikirkan penggunaan perseneling gigi untuk bisa berjalan.

Dan pada dasarnya bukan karena motor matic bukan tidak memiliki sistem transmisi didalamnya. Melainkan karena sudah menggunakan sistem transmisi otomatis atau yang sering disebut dengan CVT (Continously Variable Transmission).

Yang dimana secara fungsi, transmisi jenis ini sama seperti transmisi manual yakni untuk meneruskan daya putar mesin ke roda belakang untuk bisa menggerakan motor. Sistem transmisi otomatis pada sebuah sepeda motor jenis matic memanfaatkan komponen yang bernama V-belt untuk meneruskan putaran mesin ke bagian roda belakang.

Komponen tersebut terbuat dari bahan karet pilihan yang memiliki kekuatan dan ketahanan yang cukup baik karena diharuskan agar bisa tahan terhadap panas dan juga tarikan yang kuat dan kencang.

Selain komponen V-belt tersebut, tentu saja masih ada cukup banyak komponen CVT Motor Matic yang ada didalamnya. Penggunaan sistem transmisi otomatis atau CVT pada kendaraan roda dua jenis matic memang menawarkan banyak sekali kelebihan. Dan tidak heran apabila sampai dengan saat ini banyak sekali produsen otomotif yang memiliki tipe motor jenis matic.

Kelebihan Sistem CVT Pada Motor Matic

Seperti yang sudah disampaikan, ada cukup banyak kelebihan yang bisa kita dapatkan ketika menggunakan motor matic sebagai pilihannya. Selain itu ada juga beberapa kelebihan lain yang akan bisa kita rasakan ketika kita memilih menggunakan motor dengan sistem transmisi otomatis atau CVT.

Baca Juga :  7 Efek Pasang Kopling Manual Pada Motor Bebek
  • Dengan menggunakan motor dengan sistem transmsisi otomatis atau CVT, maka para pengguna akan dapat merasakan adanya perubahan kecepatan serta torsi mesin yang begitu baik.
  • Kemudian penggunaan CVT juga tidak akan membuat hentakan pada pemindahan gigi sehingga pengalaman berkendara pun akan lebih menyenangkan.
  • Lalu kalian juga tidak perlu repot memikirkan perpindahan gigi saat mengendari motor matic.
  • Proses terjadinya perubahan kecepatan akan berlangsung sangat halus dan lembut.
  • Mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan over gigi terutama bagi para pengendara sepeda motor yang berlum terampil.

Cara Kerja CVT Motor Matic

Jika diruntut secara lengkap mungkin akan terlalu panjang kita membahas cara kerja CVT pada motor matic. Namun jika dijelaskan secara umum, cara kerja atau prinsip kerja dari transmisi otomatis atau CVT pada sebuah sepeda motor yakni tidak lagi menggunakan roda-roda gigi untuk bisa melakukan pengaturan rasio transmisi.

Melainkan dalam hal ini, cara kerjanya menggunakan atau mengandalkan sabuk yang terbuat dari material karet atau yang sering disebut dengan V-belt serta mengandalkan pully variable. Penggunaan kedua komponen tersebut nantinya akan memperoleh perbandingan gigi yang bervariasi sehingga naik turunya gigi pada sistem transmisi ini begitu halus.

Pin Guide Sliding CVT Perlu Dilumasi

Sistem Continuously Variable Transmission (CVT) pada motor matic perawatannya harus lebih detail, agar kinerja seluruh komponen berjalan baik. Namun tak jarang pembesut skubek lalai perawatan rutinnya.

Dan bahkan ada yang beranggapan CVT tidak perlu dilakukan servis berkala, hal ini jelas salah besar. Hal ini malah CVT harus sering dirawat, karena kotoran dan debu akibat gesekan kampas, roller maupun dari luar, pasti bersarang di dalam CVT.

Baca Juga :  √ Busi Motor ?? Inilah Cara Mengetahui Masih Baik Atau Tidak,, Yuk Simak

Kerusakan yang sering terjadi, yakni salah satunya di bagian pin guide sliding. Bentuknya seperti tonjolan yang berjumlah 3 buah yang berada di dalam movable drive. Pin kecil ini berfungsi sebagai penuntun gerakan pulley belakang, untuk membuka atau menutup.

Nah karena pin bergesekan dengan jalurnya di movable drive, maka membutuhkan pelumas yakni pakai gemuk atau grease tahan panas. Setiap servis CVT, part ini sebaiknya dibersihkan dari gemuk yang lama, lalu olesi gemuk baru.

Gejala yang biasa dirasakan bila bagian ini kekurangan pelumas yakni lari motor sedikit tertahan dan muncul bunyi kasar di CVT bagian belakang. Penggunaan motor yang kasar juga turut menyumbang cepat rusaknya part ini.

Kalau didiamkan, lama-lama akan membuat jalur lintasannya termakan. Karena pin mengikis lintasannya itu sehingga jadinya oblak parah. Pin juga rawan keluar dan tersangkut di pulley, efeknya V-belt bisa putus.

Oh iya saat servis CVT juga harus memperhatikan seal atau O ring pada pulley belakang. Bila terlihat ada gemuk yang lolos keluar, bisa dipastikan seal dan O ring sudah rusak dan harus diganti. Untuk hal ini sebaiknya lakukan perawatan CVT setiap 4.000 km.

Demikianlah pembahasan mengenai Pin Guide Sliding CVT semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat berguna dan bermanfaat bagi kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂