Penyebab Suspensi Belakang Terlalu Lemah

Posted on

Penyebab Suspensi Belakang Terlalu Lemah – Fungsi suspensi pada sepeda motor sudah seharusnya menjadi informasi yang diketahui oleh pengendara sepeda motor. Sebab, komponen ini merupakan salah satu komponen terpenting di sepeda motor. Lantas, apa fungsinya?

suspensi pada sepeda motor biasanya disebut dengan shockbreaker. Komponen ini merupakan komponen yang dapat meningkatkan kenyamanan pengendara dalam berkendara.

Kerap ditemui pengendara yang tidak acuh terhadap kerusakan yang terjadi pada suspensi. Nyatanya, kerusakan pada komponen ini dapat berakibat fatal bagi kendaraan maupun pengendara itu sendiri.

Contoh suspensi motor sudah rusak atau kualitasnya sudah menurun adalah dengan adanya kebocoran oli pada bagian suspensi. Oli yang bocor maupun menetes nantinya akan membuat ban motor goyang maupun tidak lagi mampu meredam getaran.

Maka dari itu, kalian harus memahami fungsi suspensi pada sepeda motor agar lebih peka terhadap komponen yang ada pada kendaraan kalian. Berikut penjelasan fungsi suspensi pada sepeda motor bersama dengan komponen-komponennya.

Jenis, Komponena, dan Fungsi Suspensi pada Sepeda Motor

Suspensi pada sepeda motor berfungsi sebagai peredam kejutan dan getaran saat berkendara di permukaan yang tidak rata. Selain itu, suspensi ini dapat meredam getaran yang terjadi akibat mesin yang bergetar hingga menjaga kestabilan kendaraan.

Maka dari itu, komponen ini penting untuk pengendalian kendaraan dan meningkatkan kenyamanan berkendara.

Suspensi pada sepeda motor dibagi menjadi dua jenis yakni suspensi depan (Front Suspension), dan suspensi belakang (Rear Suspension). Kedua jenis ini memiliki karakter dan fungsinya masing-masing. Berikut penjelasannya.

Baca Juga :  Fungsi Dan Bahan Pembuat Rangka Motor

Komponen Suspensi Sepeda Motor

Adapun komponen suspensi sepeda motor diantaranya yaitu:

Suspensi Depan

Seperti namanya, suspensi depan berada pada bagian depan sepeda motor. Suspensi depan pada umumnya memiliki tiga jenis yang penggunaannya tergantung pada jenis motor yang digunakan. Berikut penjelasannya.

Suspensi depan jenis pertama adalah bottom link fork yang biasanya digunakan oleh sepeda motor keluaran lama.

Suspensi depan jenis kedua adalah telescopic fork yang biasa digunakan oleh sepeda motor jenis bebek. Suspensi ini berbentuk dua buah garpu yang dapat meredam getaran ke batang kemudi.

Suspensi depan jenis ketiga adalah suspensi upside down yang biasa digunakan oleh motor berukuran besar. Kinerja suspensi ini tidak jauh berbeda dengan dengan suspensi sebelumnya, hanya saja minyak remnya berada di dekat batang kemudi.

Suspensi depan biasanya memiliki sembilan komponen, komponen tersebut antara lain seperti silinder garpu, seal debu, seal oli, tabung garpu, cincin stopper, torak garpu, baut garpu, pegas reaksi, dan pegas garpu. Tentunya setiap komponen ini memiliki fungsi masing-masing untuk menjaga suspensi agar bekerja secara optimal.

Suspensi Belakang

Suspensi ini berada pada bagian belakang motor yang juga memiliki beberapa jenis sesuai dengan jenis motor yang digunakan. Biasanya jenis suspensi yang digunakan adalah twin shock dan monoshock.

Suspensi twin shock adalah suspensi berbentuk H yang kelebihannya adalah dapat menahan beban lebih berat dibandingkan suspensi jenis lain. Suspensi jenis ini biasanya digunakan oleh motor bebek dan matic.

Suspensi monoshock dulunya sering digunakan oleh motor balap karena fungsi utamanya dapat membantu pengendara dalam meningkatkan pengendalian motor saat menikung maupun manuver. Namun kini suspensi monoshock sudah digunakan oleh motor-motor keluaran baru.

Baca Juga :  Cara Membersihkan Rantai Motor Kotor

Berbeda dengan suspensi depan, suspensi belakang sepeda motor memiliki komponen yang lebih sedikit yakni enam komponen. Komponen tersebut antara lain seperti piston road, shims, piston, spring, eye, dan piggyback.

Penyebab Suspensi Belakang Terlalu Lemah

Suspensi difungsikan untuk meredam benturan atau hentakan yang timbul saat kondisi permukaan jalan, sebagian diatasi juga oleh ban, tempat duduk, rangka dan roda-roda.

Tetapi kebanyakan hentakan tersebut telah diatasi oleh adanya suspensi bial pada sepeda motor tidak terdapat komponen yang dapat menyerap hentakan, maka pengemudi akan merasakan benturan-benturan / hentakan-hentakan bahkan yang sekecil apapun sehingga membuat pengendara menjadi tidak nyaman.

Hala ini bukan hanya berpengaruh pada kenyamanan saja tetapi juga akan sangat berpengaruh pada pengoperasian dan kestabilan, alat anti hentakan yang biasa digunakan untuk menyerap getaran dan memperbaiki tingkat kenyamanan biasanya terdiri dari kumparan pegas ( coil spring ) dan peredam / bantalan oli. Sebab-Sebab Suspensi Teralalu Lemah Yaitu :

[Penting Untuk Di Ketahui] Penyebab Suspensi Belakang Terlalu Lemah

Pegas Suspensi Lemah

Pegas di fungsikan akan membuat getaran yang tinggi menjadi lebih kecil, beberapa kendaraan menggunakan pegas dan celah / pitch yang berbeda untuk mendapatkan konstanta pegas yang berbeda ( perbandingan antara beban tambahan dengan jumlah perubahan / deformasi ).

Apabila saat di kendarai atau saat jalan suspensi lemah cara mengatasi dengan mengganti pegas dengan yang baru agar saat dijalan rusak atau jalan berlubang saat motor bersuspensi kinerjanya lebih maksimal kembali.

Oli Bocor

Oli pada sistem suspensi juga sangat berpengaruh pada motor saat berjalan apalagi dijalan yang rusak karena dijalan yang seperti itu hentakan motor lebih keras yang sangat berpengaruh kenyamanan pada pengendaranya.

Apabila oli bocor pada motor otomatis berpengaruh pada suspensi pada kestabilan bersuspensi dan kestabila saat berjalan, untuk mengatasi masalah tersebut dengan mengganti agar saat dijalan kondisi yang rusakpun dapat kenyamanan kembali pengendaranya.

Baca Juga :  Dampak Paksa Hidupkan Motor Mogok Pada Genangan Air

Demikianlah pembahasan mengenai Penyebab Suspensi Belakang Terlalu Lemah semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat berguna dan bermanfaat bagi anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂