Teori Umum Kelistrikan

Posted on

Teori Umum Kelistrikan – Sistem kelistrikan motor memegang peranan penting, karena sistem ini bertugas untuk menyediakan arus listrik di motor.

Penyediaan arus listrik bertujuan untuk membantu proses pembakaran bahan bakar serta menggerakkan alat pendukung yang berada di sepeda motor. Oleh karena itu, sistem kelistrikan sangat penting.

Teori Umum Kelistrikan Sepeda Motor

Sepeda motor adalah kendaraan beroda dua, yang digerakkan oleh sebuah mesin. Letak kedua roda sebaris lurus dan pada kecepatan tinggi sepeda motor tetap stabil disebabkan oleh gaya giroskopik. Sedangkan pada kecepatan rendah, kestabilan atau keseimbangan sepeda motor bergantung kepada pengaturan setang oleh pengendara.

Penggunaan sepeda motor di Indonesia sangat populer karena harganya yang relatif murah, terjangkau untuk sebagian besar kalangan dan penggunaan bahan bakarnya serta serta biaya operasionalnya cukup hemat.

Bagaimana terjadinya listrik jika sutau benda memiliki pontensial tinggi dihubungkan dengan kabel atau kawat yang pontesial listriknta lebih rendah. Nah untuk lebih jelasnya simak pemaparan selengkapnya dibawah ini.

Voltage ( Tegangan )

Jika Tngki air A dan B dihubungkan dengan sebuah pipa air akan mengalir dari tanki memiliki permukaan lebih tinggi ke tanki yang permukaan airnya rendah.

Hal yang sama terjadi juga pada listrik jika suatu benda memiliki potensial listrik lebih tinggi dihubungkan dengan sebuah kawat / kabel ke benda lain yang potensial listriknya lebih rendah arus akan mengalir dari benda yang memiliki potensial lebih tinggi ke benda yang memiliki potensial rendah.

Perbedaan potensial listrik ini disebut voltage ( tegangan ) potensial yang rendah diberi tanda positif + dan potensial listrik yang lebih rendah diberi tanda negatif – seperti halnya air jika tidak terdapat potensial listrik atau perbedaan antara potensial listrik adalah nol berarti tidak ada listrik yang mengalir tegangan dinyatakan dengan huruf E dan satuanya menggunakan V ( volt ).

Baca Juga :  Cara Paling Praktis Pasang Electric Starter Di Yamaha RX-King

Arus

Pada kelistrikan arus mirip dengan aliran air dan dibagi 2 macam :

Arus searah ( direct current ) dan arus bolak-balik ( alternating current ) arus dinyatakan dengan I dan menggunakan satuan A ( ampere ).

  • Arus searah
    Pada arus searah ( DC ) arus mengalir pada satu arah saja contohnya, listrik yang berasal dari battery atau bettery kering adalah arus searah dan arusnya dapat disimpan.
  • Arus bolak-balik
    Pada arus bolak-balik ( AC ) arah dan besarnya arus berubah menurut interval tertentu dengan pengulangan yang disebut siklus contohnya : listrik yang digunakan pada lampu dan alat-alat perabot rumah tangga menggunakan arus bolak-balik dan arusnya tidak dapat disimpan.

Tahanan Listrik

Ketika air dari tanki A mengalir ke tanki B air akan mengalir lebih banyak pada periode waktu tertentu jika menggunakan pipa yang lebih besar sebaliknya menjadi sedikit jika menggunakan pipa yang lebih kecil. Hal ini terjadi karena pipa dengan ukuran berbeda memiliki tahanan yang berbeda.

Hal yang sama juga terjadi pada listrik bahkan bila potensial listrik sama besarnya jumlah arus berbeda tergantung tahanan listrik kawat yang dipakai sebagai penghubung dua objek.

Tahanan listrik pada kabel bervariasi tergantung dari materialnya juga sebanding dengan panjangnya dan berbanding terbalik dengan luas penampang kawat tahanan juga dapat berubah dipengaruhi temperatur.

Pada umumnya ketika temperatur naik tahanan listrik meningkat pada material logam dan menurun pada material semi konduktor.

Bagaimana Cara Mengetahui Teori Umum Kelistrikan..???

Tahanan dinyatakan dengan R dan mengandung satuan ( ohm ).

  • Voltage = perbedaan tinggi permukaan antara tanki A dan B
  • Arus = Banyaknya air yang mengalir dari tanki A ke tanki B
  • Tahanan = diameter dan panjang pipa yang menghubungkan tanki A dan B

Hukum Ohm

Voltage, arus dan tahanan saling berhubungan satu dengan lainnya dengan kata lain arus berbanding lurus dengan voltage dan berbanding terbalik dengan tahanan ini disebut ohm dan dinyatakan dengan rumus berikut ini.

Baca Juga :  Fungsi Koil Pengapian Dan Cara Kerjanya Pada Sepeda Motor

I = E/R R = E/I E = I . R

Hubungan antara voltage arus dan tahanan cara mudah untuk mengingat :

  • I = Arus ( A )
  • E = Voltage ( V )
  • R = Tahanan ( Ω )

Daya

Prosentase usaha yang dilakukan listrik selama waktu tertentu disebut daya. Daya sebanding dengan voltage dikalikan dengan arus.

Daya ( P ) = Voltage ( E ) X Arus ( I )

Dengan kata lain semakin tinggi voltage semakin banyak arus yang mengalir maka semakin besar daya yang dikeluarkan listrik hubungan ini dinyatakan dengan rumus berikut.

P = E . I E = P/I I = P/E

Jika dimasukkan hukum ohm

  • P = I2R = E2/R
  • P = Daya ( W )
  • E = Voltage ( V )
  • I = Arus ( A )
  • R = Tahanan ( Ω )

Demikianlah pembahasan mengenai Teori Umum Kelistrikan semoga dengan adanya ulasan tersebut bisa berguna dan bermanfaat bagi anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂