Panjang Tonjolan Magnet Pickup Pulser Motor

Posted on

Panjang Tonjolan Magnet Pickup Pulser Motor – Sistem pengapian hal ini bertujuan untuk dapat menghasilkan arus listrik yang bertegangan tinggi untuk kebutuhan pembakaran campuran bahan bakar dalam udara dalam ruang bakar.

Sistem pengapian merupakan rangkaian mekatronika yang dimana digunakan untuk menyalurkan sebuah energi listrik yang bertegangan tinggi, dengan input bertegangan rendah ke busi untuk dikonversi menjadi sebuah percikan api.

Panjang Tonjolan Magnet Pickup Pulser Motor

Dalam hal ini prinsip yang digunakan pada sistem pengapian ialah perubahan energi dari energi listrik menjadi percikan api. Dan pada dasarnya energi listrik diubah ke bentuk energi kalor, dan namun karena beda potensial diantara kedua kutub cukup besar maka akan timbul sebuah loncatan electron.

Lantas bagaimana cara supaya beda potensial besar ?? ini merupakan tugas dari transformator step up, trafo step up ialah dua buah kumparan listrik yang memiliki jumlah lilitan sekunder lebih banyak dari pada lilitan primer.

Dan sehingga bila arus listrik di salurkan ke kumparan primer, maka arus listrik tersebut pada kumparan sekunder mempunyai tegangan yang lebih tinggi. Dan untuk mendapatkan tegangan sekunder tersebut yang lebih tinggi, maka perbedaan jumlah lilitan primer dan sekunder dibuat lebih besar.

Fungsi Sistem Pengapian

Fungsi sistem pengapian itu hanya satu yaitu membakar campuran udara dan bensin yang telah dikompresi pada saat akhir langkah kompresi, dan hanya pada mesin bensin. Kenapa hanya pada mesin bensin ?? hal ini karena mesin diesel yang berbahan bakar solar itu, menggunakan pembakaran otomatis atau dikenal sebagai self combustion. Jadi tidak memerlukan rangkaian sistem pengapian.

Baca Juga :  โˆš Inilah Penyebab Generator Dan Pengisian Dibawah Spesifikasi

Proses Pembakaran Mesin Bensin

Dalam siklus mesin bensin 4 tak, kita mengenal langkah hisap, langkah kompresi, langkah usaha dan langkah buang. Dan komponen busi hanya akan menyala pada saat campuran bensin dan udara tekompresi.

Hal ini terjadi saat akhir langkah kompresi ketika piston mencapai TMA โ€œTitik Mati Atasโ€. Maka dapat disimpulkan kalau sistem pengapian tidak berkerja secara konstan melainkan secara interval.

Jenis Jenis Sistem Pengapian

Dan ada lebih dari satu macam proses pengapian diantaranya yaitu:

Pengapian Konvensional

Sesuai namanya, pengapian konvensional adalah proses yang bekerja secara konvenional manfaatkan kontak mekanik untuk memilih interval busi menyala.

Pengapian Transistor

Sistem ini, termasuk dikatakan sebagai pengapian elektronik dikarenakan udah manfaatkan transistor sebagai pengganti kontak mekanik. Pengertian proses pengapian transistor, adalah mekanisme perubahan listrik jadi api.

Dengan dukungan transistor yang bertugas sebagai saklar elektronik yang menentukan arus primer coil. Meski demikian, secara umum skema pengapian transistor hampir sama dengan pengapian konvensional.

Pengapian DLI

Sistem pengapian DLI adalah skema pengapian yang tidak disempurnakan dengan distributor. Distributor sendiri adalah komponen untuk membagikan arus tegangan tinggi berasal dari coil. Sistem pengapian ini yang paling banyak ditemui pada mobil EFI selagi ini.

Pengapian CDI

Pengapian CDI adalah proses pengapian pada sepeda motor (mesin silinder tunggal) yang manfaatkan capasitor sebagai sumber pembangkit induksi pada coil.

Dalam hal ini banyak teknis untuk melakukan modifikasi sepeda motor, dalam hal memodifikasi mesin, bukan hanya perkara dapur pacu saja yang dilakukan perombakan copot komponen motor lain yang sesuai, namun juga pada sektor pengapian merupakan menjadi salah satu komponen yang di upgrade untuk menghasilkan kualitas pembakaran yang mumpuni.

Baca Juga :  [Tips Jitu] Cara Memperbesar Pengapian Pada Motor

Untuk hal ini beberapa mekanik balap memang mempertahankan dan hanya sedikit untuk melakukan rombakan pada sistem pengapian bawaan motor. Seperti halnya hanya dengan mengganti CDI racing namun masih diperuntukan untuk sepeda motor tersebut.

Namun dalam hal ini bagi beberapa mekanik yang melakukan modifikasi lebih lanjut, ada kalanya melakukan dalam penggantian komponen pengapian atau adopsi pada sistem pengapian sepeda motor lainnya.

Dari berbagai sumber, setiap CDI dan Pickup pulser pada sepeda motor ternyata memiliki ukuran dan spesifikasi yang berbeda-beda dan tentunya ketika adopsi CDI atau magnet dari sepeda motor lain, maka hal yang harus diperhatikan ialah dengan mengatur kembali timing pengapian, yang dirombak salah satunya panjang Pickup Pulser itu sendiri.

Daftar Panjang Tonjolan Magnet Pickup Pulser Motor

Kami dalam hal ini ingin berbagi dengan kalian semua mengenai panjang pickup atau tonjolan pulser pada magnet, barangkali kalian sedang mencari-cari data untuk melakukan modifikasi pada sepeda motor yang sedang kalian garap.

Data pajang Pickup pulser ini kami dapat dari berbagai sumber, nah kami kutif seperti data panjang tonjolan pickup pulser sepeda motor Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, Bajaj, TVS dan Minerva.

Dalam melakukan modifikasi memang banyak faktor yang harus diperhatikan dan diteliti, namun tentunya riset ialah hal yang harus dilakukan untuk mendapatkan hal yang maksimal.

Demikianlah pembahasan mengenai Panjang Tonjolan Magnet Pickup Pulser Motor semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat berguna dan bermanfaat bagi anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚