Cara Memilih Busi Yang Cocok

Posted on

Cara Memilih Busi Yang Cocok – Busi merupakan komponen yang dapat menghasilkan pinjaran api diantara elektrodanya ( dari pusat elektrodanya ke ground ) untuk membakar campuran udara dan bahan bakar pada saat busi menerima tegangan tinggi dari coil pengapian.

Saat campuran bahan bakar dan udara meledak temperature naik sekitar 2500 c dan tekanan menjadi 50 kg/cm di ruang bakar sehingga busi harus tahan terhadap kondisi kerja yang berat tersebut.

Motor kalian akan lebih terasa nyaman saat kalian kendarai ketika busi pada motor kalian tidak memiliki masalah. Banyak orang yang belum tahu tentang cara kerja busi, sehingga ketika busi motor mengalami kerusakan banyak juga dari pengendara tersebut tidak langsung melakukan penanganan pada busi motor.

Busi motor memang salah satu komponen yang penting pada motor, jika busi mengalami kerusakan maka akan mengakibatkan sistem perapian tidak akan bekerja secara sempurna.

Busi juga memiliki resiko kerusakan yang tinggi, jadi kalian harus selalu merawat kondisi busi agar berfungsi pada semestinya.

Fungsi Busi Motor

Busi motor memiliki fungsi untuk mengubah tegangan listrik yang disalurkan oleh koil lalu menjadi percikan api yang akan membakar campuran bahan bakar dan udara di ruang mesin api di akhir langkah kompresi.  Bagi kalian yang belum terlalu paham dengan fungsi busi motor.

  • Terminal
    Fungsi busi motor yang pertama adalah terminal. Terminal terbuat dari bahan bahan besi. Komponen ini terletak pada bagian pucuk busi yang busi dengan ignition. Komponen ini terhubung dengan kabel yang bertegangan tinggi yang mengalirkan listrik dari koil.
  • Insulator
    Saat ini hampir semua busi yang ada dipasaran memakai material keramik sebagai bahan dari insulator. Fungsi dari insulator ini adalah untuk memindahkan panas menuju ke kepala silinder. Bagian ini terbuat dari keramik. Bagian ini berfungsi untuk membuat batang terminal dan elektroda tengah di cangkang besi menjadi terisolasi. Sehingga arus tinggi dari elektroda tidak akan keluar.
  • Ribs
    Berfungsi untuk mencegah arus listrik jadi merambat keluar komponen mesin yang bisa sebagai massa (negative). Bentuk Ribs menggelombang atau memiliki lekuk yang bisa membuat jarak dari elektroda inti dan ground semakin jauh. Jika jarak semakin jauh maka hambatan inti besi dan ground akan makin besar.
  • Insulator Tip
    Bagian ini akan mengalami pembakaran pada ruang bakar sehingga membutuhkan material yang tahan temperatur tinggi. Bagian ini juga bagian paling ujung di insulator yang bisa menahan temperature 650 derajat dan menahan tegangan 60.000  volt.
  • Gasket
    Bagian ini berfungsi sebagai penutup agar tidak terjadi kompresi di ruang bakar sehingga tidak mengalir keluar.
  • Metal Case
    Bagian ini berfungsi sebagai penghantar daya panas sebagai material konduksi yang bisa dikonduksikan ke komponen lain. Lalu, fungsi lainnya adalah sebagai pengunci busi ke silinder head.
  • Inti Elektroda
    Sebagai inti elektroda, bagian ini berfungsi untuk menyalurkan energi  listrik dan akan terhubung ke terminal. Bagian ini terbuat dari kombinasi tembaga, besi, nikel dan logam-logam lainnya. Tapi tembaga adalah yang paling umum digunakan.
  • Ground
    Bagian ini terletak di ujung busi motor yang langsung bersentuhan dengan body atau ground motor. Arus listrik akan berpindah ke inti elektroda berkat bagian ini. Selain itu, api koil juga berakhir di bagian ini.

Cara Kerja Busi

Cara kerja busi adalah ketika busi motor terhubung ke tegangan dimana besarnya dari tegangan ini adalah ribuan volt yang dihasilkan dari ignition coil. Tegangan inilah yang nantinya menghasilkan tegangan listrik yang beda tegangan dengan elektroda pada bagian tengah busi dengan bagian samping busi. Terkadang busi tidak bisa bekerja dengan maksimal ketika terjadi “banjir” pada celah isolator busi.

Saat terjadi perbedaan tegangan yang melebihi kekuatan elektrik gas, maka gas akan ikut ber ionisasi sehingga yang pada awalnya bersifat sebagai isolator kini akan berubah menjadi konduktor. Sehingga arus elektron nanti akan mengalir dan juga meningkatkan suhu ada celah percikan busi, suhu inilah yang nantinya mampu mencapai lebih dari 60K.

Tinggi dari suhu yang dihasilkan  pada busi motor membuat gas yang tadinya telah terionisasi akan memuai lebih cepat serta memunculkan ledakan kecil pada antara masing-masing elektroda busi. Percikan api busi inilah yang memiliki prinsip sama seperti pada petir atau halilintar.

Syarat-Syarat Busi

  • Ketahanan mekanis yang tinggi
  • Tahan terhadap panas yang tinggi
  • Harus tahan pada tekanan yang tinggi
  • Daya isolatornya tidak berpengaruh terhadap perubahan temperatur
  • Dapat menghasilkan pijaran yang baik dalam temperatur dan tekanan yang tinggi
  • Mempunyai energy panas yang sesuai

Untuk memilih busi yang cocok pada kendaraan yaitu :

  • Ukuran panas busi
    Kecocokan pemakaian busi bisa ditentukan dari ukuran panas busi, derajat panas untuk penggunaan busi bergantung dari type dan kondisi pemakaian/penggunaan mesin. Ukuran panas busi dibuat untuk menyelesaikan kondisi kerja mesin dan seberapa panas busi bekerja.
  • Type panas dan type dingin
    Busi terbagi menjadi 2 type, untuk type 1 adalah yang susah melepaskan panas yang disebut busi type panas dan sangat mudah menjadi panas.Ini Cara Yang Benar Memilih Busi Yang Cocok
    Sebaliknya busi yang mudah melepaskan panas dan juga mudah untuk menjadi dingin disebut busi type dingin.

Pada gambar diatas arah panah mengindifikasikan arah pelepasan panas dari busi ke cylinder head. Type panas mempunyai volume gas yang lebih banyak, sehingga jalur perpindahan panasnya lebih jauh terutama karena insulatornya lebih panjang sehingga lebih sulit untuk membuang panas.

Selanjutnya insulator menerima panas dalam cara yang lebih luas, busi akan bekerja lebih panas. Kebalikannya type dingin akan bekerja pada temperatur yang lebih rendah.

Faktor yang menentukan panas busi

  • Jarak antara elektroda tengah dan isulator ( ukuran volume gasnya )
  • Konduktivitas thermal dari insulator dan corter electrode
  • Konstruksi dari elektroda
  • Dimensi gap dari insulator ignition tip

Faktor yang menentukan temperatur busi

  • Ratio campuran udara bensin
  • Ratio compresi
  • Timing pengapian
  • Kualitas bahan bakar
  • Kecepatan mesin dan kondisi pemakaian
  • Kondisi pola ulir busi

Kontamendasi Dan Busi

Ini Cara Yang Benar Memilih Busi Yang Cocok

Karbon deposit yang hitam dapat terbentuk dibusi ketika bahan bakar terbakar tidak sempurna. Biasanya disebabkan ratio udara bahan bakar yang tidak tepat. Deposit karbon akan terbakar pada temperatur 4500 – 8700 C ( pembersihan sendiri ) sehingga temperatur busi sangat menentukan terbentuknya deposit karbon.

Penyebab deposit

  • Penarikan choke yang berlebihan
  • Campuran yang terlalu kaya
  • Temperatur busi terlalu rendah karena pemakaian putaran rendah
  • Penggunaan busi type dingin
  • Berkurangnya kompresi karena pemakaian sehingga oli masuk dan keluar dari bahan bakar
  • Timing pengapiannya telat
  • Kontak point platina yang jelek, coil, kapasitor, coil pengapian dan atau kabel tegangan tinggi

Busi bisa hitam dan basah sebelum dikirim ke pemakai untuk pertama kalinya, hal ini disebut dengan “ pre-delivery contamination ”. Penyebab lainnya adalah pemakaian yang “ stop and go driving ” penarikan choke yang berlebihan dan poros busi tidak mencapai temperatur “ pembersihan sendiri ”.

Busi terbakar

Panas busi dapat berlebih dan mungkin busi terbakar, setelah pemakaian yang terlalu lama, jalan menanjak, beban yang berlebihan dan kecepatan tinggi yang terus menerus. Jika pemakaiannya terus menerus, timing pengapian menjadi lebih cepat dan masalah berkurangnya tenaga, berkurangnya kecepatan atau bahkan piston dan businya dapat terbakar.

Penyebabnya

  • Campuran terlalu panas
  • Tidak adanya gasket busi
  • Pengapian terlalu cepat
  • Deposit di ruang bakar
  • Oktan bahan bakar terlalu rendah
  • Type busi terlalu panas

Cara Melakukan Perawatan Pada Busi Motor

Busi motor adalah salah satu komponen paling penting pada pengapian di kendaraan bermotor. Fungsi busi motor yaitu untuk memberikan bunga api sebagai media pembakaran pada kendaraan motor.

Nah karena busi motor merupakan komponen yang sangat penting dan vital pakai motor, tentu saja busi motor perawatan tersendiri agar bisa awet dan tidak terjadi masalah saat digunakan. Berikut adalah cara melakukan perawatan pada busi motor.

Mengecek Ketebalan Kerak Di kepala Busi Motor

Cara melakukan perawatan pada busi motor yang pertama adalah dengan mengecek bagian kerak yang ada pada kepala busi motor. Kerak yang ada di bagian kepala busi ini dapat dijadikan indikasi apakah busi motor masih layak digunakan atau tidak.

Jika kerak pada bagian kepala busi sudah banyak, tentu saja kemampuan dari busi motor akan menurun dan juga tegangan yang dihasilkan oleh koil juga akan berkurang. Untuk itu lakukan pengecekan ketebalan kerak di kepala busi secara berkala.

Jangan Membersihkan Kepala Busi Motor Dengan Amplas

Setelah kita tahu ketebalan dari kerak yang menempel di kepala busi, maka langkah berikutnya adalah kita harus membersihkan kerak yang menempel pada kepala busi motor tersebut. Namun membersihkan kepala busi motor ini kita tidak boleh memakai amplas.

Kenapa demikian? kita tidak boleh menggunakan amplas karena sifat dari amplas yang abrasif, sama seperti material dari kepala busi yang juga bersifat abrasif. Jika keduanya bertemu maka bisa membuat kepala busi jadi terkikis.

Mengecek Kerapatan Kepala Busi Motor

Langkah terakhir untuk merawat busi adalah dengan melakukan pengecekan kerapatan kepala busi motor. Ada baiknya kita melakukan pengecekan kerapatan kepala busi motor ini sama waktunya ketika kita melakukan pergantian oli.

Busi motor merupakan komponen yang dirancang agar bisa mengekstraksi kerja maksimum dari mesin sepanjang jangkauannya. Nah karena itu busi pasti juga memiliki rentang waktu pemakaian atau biasa disebut dengan life time.

Jika sudah waktunya ganti maka hal ini tidak bisa kita hindari, ini artinya kita harus melakukan pergantian pada busi motor. Biasanya waktu yang tepat untuk melakukan penggantian busi motor adalah ketika kita mengganti oli mesin.

Demikianlah pembahasan mengenai Cara Memilih Busi Yang Cocok semoga dengan adanya ulasan tersebut bisa berguna dan bermanfaat bagi anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂