Cara Merawat Sistem Suspensi Agar Bantingannya Enak

Posted on

Cara Merawat Sistem Suspensi – Sistem suspensi ialah bagian kendaraan yang juga perlu perawatan. Perawatan sistem suspense penting agar kenyamanan berkendara selalu terlindungi, lantas bagaimana cara merawat sistem suspensinya?

Apabila sistem suspensi tidak berfungsi maka akan timbul bunyi seperti kletek-kletek, terasa sempoyongan saat dijalan bergelomgang, karenanya kenyamanan kita sejauh berkendara sudah pasti akan terganggu.

Keadaan suspensi berpengaruh banget sama kenyamanan sepeda motor, suspensi yang sudah jelek selain tidak bisa menahan bantingan juga bikin motor tidak stabil. Coba saja kalau suspensi tidak bagus, motor pun akan gampang oleng.

Cara Merawat Suspensi Biar Bantingannya Tetap Enak

Jangan dianggap suspensi motor enggak perlu dirawat. Nih kasih beberapa cara merawat suspensi biar bantingannya tetap enak.

Menghindari Jalan Bergelombang

Fungsi utama suspensi tentunya meredam getaran. Tapi, setiap suspensi punya batas kemampuan peredaman. Jangan mentang-mentang suspensi masih enak, terus dihajar aja tanggul atau lobang seenaknya.

Saat motor menghantam bagian jalan yang tidak rata dalam kecepatan tinggi, suspensi mendapatkan tekanan sangat kuat. Kalau tekanannya berlebihan bakal mengakibatkan kerusakan, seperti oli suspensi depan bocor karena seal rusak atau per pada suspensi belakang jadi bengkok.

Rutin Bersihkan Suspensi

Cara merawat suspensi yang mudah, yaitu dibersihkan dari debu atau kotoran yang menempel. Kalau tidak rajin dibersihkan, kotoran bisa masuk ke sela-sela dan mengotori oli suspensi. Kalau sudah begitu, kelenturan suspensi akan berkurang.

Jangan Melebihi Kapasitas Beban

Suspensi punya batas beban maksimal yang bisa ditopang. Makanya, kalau kelebihan beban, suspensi bakal sangat tertekan dan akhirnya rusak.

Kalau mau bawa barang, sebenarnya boleh saja. Tapi Sobat harus mengukur kemampuan angkut motor dengan bobot barang. Selain itu, jangan menumpuk beban pada bagian depan atau belakang saja, supaya beban tidak bertumpu pada salah satu suspensi.

Membawa penumpang lebih dari satu pun bakal merusak suspensi, khususnya shock breaker belakang.

Rutin Ganti Oli Suspensi

Suspensi depan motor perlu diganti oli secara rutin pada rentang jarak tertentu (tergantung anjuran pabrik dan cara pemakaian). Oli suspensi bisa berkurang atau mengental setelah lama dipakai, makanya perlu diganti, Sobat.

Seperti pelumas mesin, oli suspensi juga punya spesifikasi yang menentukan tingkat kekentalan. Makanya jangan asal beli oli suspensi. Kalau enggak cocok, peredaman jadinya kurang maksimal.

Cek Kekencangan Baut-Baut Suspensi Secara Teratur

Pemeriksaan kekencangan baut suspensi juga dapat digunakan sebagai salah satu cara merawat sistem suspensi. Bertepatan dengan penggunaan mobil untuk operasional, sudah pasti guncangan, hentakan dan benturan dari roda pada jalan akan mempengaruhi sistem suspensi terhitung mur dan baut pengikatnya. Tidak tutup kesempatan, mur dan baut yang berada di sistem suspensi ini menjadi kendor.

Jangan Gunakan Anting Peninggi Suspensi

Tidak disarankan jenis motor apa saja menggunakan anting peninggi suspensi, agar kondisinya tetap prima dan awet digunakan. Hal itu dikarenakan, anting peninggi ini bisa membuat shock breaker menjadi lebih tinggi, dimana dikhawatirkan untuk sudutnya nanti bisa mengalami perubahan sehingga membuat kerja suspensi semakin keras lagi. Dalam waktu dekat mungkin tidak masalah, akan tetapi kalau dalam jangka panjang dan sering dipakai dalam medan sulit, jelas akan menimbulkan masalah pada bagian suspensinya.

Pemeriksaan Sistem Suspensi Sepeda Motor

Pemeriksaan sistem suspensi dilakukan untuk memastikan kondisi sistem suspensi sepeda motor dalam kondisi yang optimal. Pemeriksaan sistem suspensi sepeda motor dilakukan dengan cara melepas suspensi dari sepedamotor, dengan cara mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :

Tahapan Pemeriksaan Sistem Suspensi Sepeda Motor

Pembongkaran Suspensi Depan

Secara umum, ketika akan melakukan pembongkaran dan pemeriksaan harus mengetahui konstruksi umum, atau jika mempunyai bentuk yang khusus maka perlu mengetahui buku pedoman reparasi (manual service book).

Ketika suspensi depan sudah terlepas dari kemudi, lepaskan stopper ring (cincin penahan) sementara menekan spring seat (dudukan pegas) dengan menggunakan pres hidraulik.

Spring seat berada dibawah tekanan pegas.Berhati-hatilah sewaktu melepaskannya.

Kemudian lepaskan fork spring (pegas garpu). Tuangkan keluar minyak garpu dengan memompa fork tube (pipa garpu) naik turun beberapa kali agar semua minyak benar-benar keluar Setelah minyak dan pegas sudah dikeluarkan, lepaskan fork socket bolt (baut socket garpu). Kemudian Lepaskan fork piston dan rebound spring dari fork tube.

Pemeriksaan Sistem Suspensi Sepeda Motor

Periksa pegas garpu (fork spring) secara visual terhadap kerusakan, perubahan bentuk serta dengan cara mengukur panjangnya. Jika hasil pengukuran diluar spesifikasi harus diganti baru

Periksa secara visual fork tube (pipa garpu), fork slider (penggeser garpu) dan fork piston (torak garpu) terhadap tanda-tanda gerusan, dan keausan berlebihan atau tidak normal. Periksa fork piston ring (cincin torak garpu) terhadap keausan atau kerusakan. Periksa rebound spring (pegas reaksi) terhadap kelelahan atau kerusakan. Kemudian periksa keolengan fork tube dengan menggunakan dial indicator Jika terdapat tanda-tanda kerusakan ganti komponen-komponen jika perlu.

Sistem suspensi berfungsi untuk memberikan kenyamanan dan keamanan dalam mengendarai sebuah kendaraan. Efek peredaman pada system suspensi diperoleh karena adanya system shock absorber, dimana besarnya peredaman tergantung pada

  • Viskositas minyak
  • Luas penampang lubang aliran oli
  • Kecepatan aliran oli

Sehingga perlu dilakukan secara cermat perihal point tersebut pada saat melakukan pemeriksaan sistem suspensi.

Demikianlah pembahasan mengenai Cara Merawat Sistem Suspensi semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat berguna dan bermanfaat bagi kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂