Berapa KM Ganti Oli Motor Bebek

Posted on

Berapa KM Ganti Oli Motor Bebek – Dalam hal ini sepeda motor merupakan kendaraan beroda dua yang digerakkan oleh sebuah mesin. Letak kedua roda sebaris lurus dan pada kecepatan tinggi sepeda motor tetap stabil disebabkan oleh gaya giroskopik.

Sedangkan pada kecepatan rendah, kestabilan atau keseimbangan sepeda motor tergantung kepada pengaturan setang oleh pengendara. Penggunaan sepeda motor di Indonesia sangat populer karena harganya yang relatif murah, terjangkau untuk sebagian besar kalangan dan penggunaan bahan bakarnya serta serta biaya operasionalnya cukup hemat.

Untuk tipe ini kali ini ialah tipe sepeda motor manual tanpa kopling yang memiliki kapasitas silinder (CC) kecil. Tipe sepeda motor ini yakni model bodi yang bercorak dari jok pengendara ke bawah kemudian naik ke stang kemudi.

Posisi pengendara untuk sepeda motor ini tegak, misalnya sepeda motor tipe ini yakni Honda Supra X 125, Honda Revo, Honda Blade, Honda Astrea, Yamaha Jupiter, Honda Sonic 150R dan lain-lainnya.

Dan Tipe ini adalah tipe sepeda motor berkopling dan memiliki jarak bodi dari tanah yang tinggi, sepeda motor tipe ini merupakan sepeda motor yang tidak digunakan untuk ajang balap/kecepatan tinggi namun desain bodi dan performa mesin yang lebih bertenaga dan kuat.

Tipe sepeda motor ini digunakan dalam keperluan sehari-hari dan dapat dikendarai pada medan berbatu/berkerikil namun tidak off-road secara penuh. Contoh sepeda motor tipe ini yaitu: Honda Tiger, Honda MegaPro, Honda Verza 150, Bajaj XCD, Suzuki Thunder, Yamaha SZ-X, Honda CB Trigger, Honda Win dan lain-lainnya.

Aktifitas dalam penggantian oli ialah salah satu pekerjaan yang rutin dilakukan bagi pemilik motor. Ini karena penggantian oli akan menunjang keberlangsungan kinerja mesin dengan lebih baik.

Tapi beberapa pemilik motor khususnya jenis motor bebek masih kebingungan. Kapan waktu ganti oli motor bebek yang tepat? Berapa KM tepatnya? Untuk menjawab pertanyaan ini kita akan membahasnya dibawah ini.

Alasan Mengapa Harus Selalu Mengganti Oli Mesin

Oli mesin ialah komponen berbentuk fluida yang dijadikan sebagai sistem pelumas utama pada mesin. Karena bersifat melumasi, maka oli ini akan mencegah komponen didalam mesin untuk saling menggoresi satu sama lain saat bergesekan.

Dan cara kerja oli mesin ialah dengan bersirkulasi keseluruh komponen mesin yang bergesekan. Pada saat oli melewati komponen yang bergesekan ini, ada lapisan oil film yang masuk kecelah antara dua komponen yang bergesekan ini. Lapisan inilah yang mencegah komponen-komponen mesin dari keausan.

Dan selain itu oli mesin juga bersifat membilas, artinya ketika bersirkulasi didalam mesin, jika ada kotoran maka kotoran tersebut akan terbawa oleh aliran oli. Lalu karena ada komponen oli filter maka kotoran akan disaring pada komponen ini.

Oli yang mengandung kotoran yang berasal dari pembakaran mesin (partikel emisi, NOx, Carbon) akan berubah kondisi fisiknya. Sehingga dalam waktu tertentu, oli mesin mengalami penurunan kemampuan baik kemampuan lumas atau bilasnya. Jika kita terus memaksakan oli bekerja pada kondisi ini tentu akan beresiko karena olinya sudah tidak bagus lagi.

Resikonya bermacam-macam dari mulai mesin yang terdengar lebih berisik sampai keausan beberapa komponen mesin yang membuatnya keluar asap putih dari knalpot. Nah untuk itulah ada interval yang harus kita tepati untuk mengganti oli mesin.

Berapa KM Ganti Oli Motor Bebek?

Secara umum mesin sepeda motor harus dilakukan penggantian oli mesin pada interval 3000 sampai 5000 km tergantung jenis mesinnya. Untuk motor matic mungkin karena oli hanya melumasi bagian mesin mungkin masih tahan hingga lebih dari 5.000 km.

Namun untuk jenis motor bebek dan kopling yang olinya juga melumasi bagian transmisi tentunya akan lebih cepat umurnya. Sebaiknya motor bebek diganti setiap interval 3.000 km yang disesuaikan dengan faktor penggunaannya.

Baca Juga :  Proses Pengurusan STNK Motor Baru

Penggantian oli ini mungkin akan lebih cepat apabila kalian memakai motor dijalanan macet. Karena saat kalian berada pada kemacetan, mesin motor tetap hidup namun pergerakan motor sangat lambat bahkan sering pula tidak bergerak. Sehingga penambahan angka km pada dashboard juga lebih lambat.

Jika kalian mengikuti acuan 3.000 km maka bisa saja oli mesin motor kalian sudah mengalami penurunan kualitas sebelum mencapai angka tersebut. Oleh sebab itu jika kalian berada pada perkotaan yang padat bisa melakukan penggantian oli ini dengan interval 2.000 atau 2.500 km.

Selain faktor penggunaan faktor kualitas oli juga mempengaruhi daya tahannya. Terhitung ada tiga jenis oli mesin yang dijual belikan yaitu:

Oli Mineral

Jenis oli pertama bisa dibilang sebagai oli murni karena diperoleh dari hasil penyulingan minyak bumi. Oli-oli mineral memang memiliki harga yang relatif lebih murah namun kualitas dari oli ini masih kurang dibandingkan jenis lainnya. Mesin yang memakai oli mineral mungkin sudah mulai terasa berisik pas km baru menyentuh angka 2.000.

Oli Semi Synthetic

Jenis oli kedua juga masih menggunbakan bahan mineral hasil penyulingan minyak bumi. Tapi ada penambahan beberapa zat additive yang digunakan untuk memodifikasi kemampuan dan daya tahan oli.

Sehingga oli bisa lebih tahan lama, daya tahannya juga lebih lama sekitar 3.000 hingga 4.000 km, oli jenis ini cocok dipakai pada motor yang sudah dibekali sistem injeksi elektronik.

Oli Full Synthetic

Jenis ketiga sudah menggunakan 100% bahan sintetis atau buatan. Artinya pada oli ini kita tidak menemui bahan mineral murni hasil dari penyulingan minyak bumi. Meski harganya juga mahal tapi oli full synthetic ini sangat digenderungi oleh pemilik kendaraan apalagi kendaraan yang mengusung teknologi EFI.

Selain tidak menggunakan bahan bakar fosil, oli ini juga memiliki banyak sekali kandungan zat additive yang dipakai untuk meningkatkan performa mesin. Jadi jangan heran, mesin akan terasa lebih enteng dan bertenaga ketika memakai oli ini. Contoh oli-oli full synthetic antara lain Shell Ultra.

Baca Juga :  √ Ganti Oli Motor Matic ?? Inilah Waktu Ideal Atau Yang Tepat

Tips Ketika Mengganti Oli Mesin

Ketika kalian sudah memilih oli apa yang akan dipakai untuk mengganti oli lama, maka langkah selanjutnya ialah langkah penggantian. Kalian sebenarnya bisa mempercayakan pekerjaan penggantian ini pada bengkel tapi jika kalian ingin melakukannya sendiri juga tidak masalah.

  • Yang pertama, tunggu dulu hingga mesin motor dingin. Membuang oli saat suhunya masih panas, bisa membahayakan beberapa komponen salah satunya baut penguras yang bisa patah.
  • Jika mesin sudah dingin, siapkan wadah penampung oli bekas dan buka baut penguras oli dibagian bawah mesin.
  • Tunggu hingga oli dari mesin keluar semuanya kedalam wadah penampung ini.
  • Apa perlu kita semprot menggunakan angin ? penyemprotan ini, akan meningkatkan tekanan udara didalam mesin. Akibatnya kotoran yang berada didalam oil filter bisa menyebar kemana-mana saat anda menyemprotnya. Kecuali anda mengganti filter oli sekaligus, maka penyemprotan ini masih dibolehkan.
  • Jika oli sudah keluar seluruhnya, lanjut untuk memasang baut penguras oli dan mengencangkannya. Sebelum memasang baut ini, pastikan kondisi seal masih O.K dan jangan mengenangkan baut ini terlalu berlebihan karena bisa patah. Karena sudah ada seal maka kebocoran tidak akan terjadi.
  • Isi oli baru dari bagian atas mesin hingga secukupnya saja (sekitar 800 Ml). Anda bisa memakai stick yang ada pada penutup oli untuk mengetahui level volume oli ini. Isi hingga volumenya ideal.
  • Pengisian yang terlalu penuh (melebihi batas indikator pada stik) akan menyebabkan langkah mesin menjadi lebih berat sehingga mesin tidak bisa menyentuh top RPM seperti sebelumnya.

Demikianlah pembahasan mengenai Berapa KM Ganti Oli Motor Bebek semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat berguna dan bermanfaat bagi kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂