Arus Listrik AC Dan DC

Posted on

Arus Listrik AC Dan DC – Arus listrik dalam hal ini dibedakan menjadi 2 jenis yakni arus listrik AC dan arus listrik DC. Nah berikut ini kami akan jelaskan lebih detail mengenai Arus Listrik AC dan DC yang dimana meliputi pengertian, perbedaan, bahaya dan contoh pemanfaatannya.

Yang pertama akan dibahas ialah pengertian dari arus listrik AC dan DC, lantas apa yang dimaksud dengan arus listrik AC dan DC? Untuk lebih jelasnya simak pemaparannya dibawah ini.

Pengertian Arus Listrik AC dan DC

Adapun pengertian arus listrik AC dan DC penjelasan dari masing-masing sebagai berikut:

Arus Listrik AC (Alternating Current)

Arus AC ialah arus listrik yang nilainya berubah terhadap satuan waktu. Arus ini dapat pula disebut dengan arus bolak-balik. Listrik arus bolak-balik dihasilkan oleh sumber pembangkit tegangan listrik yang terdapat pada pusat-pusat pembangkit tenaga listrik.

Arus listrik AC akan membentuk suatu gelombang yang dinamakan dengan gelombang sinus atau lebih lengkapnya sinusoida. Di Indonesia sendiri listrik bolak-balik (AC) dipelihara dan berada dibawah naungan PLN.

Indonesia menerapkan listrik bolak-balik dengan frekuensi 50Hz. Tegangan standar yang diterapkan di Indonesia untuk listrik bolak-balik 1 (satu) fasa ialah 220 Volt.

Arus Listrik DC (Direct Current)

Arus DC ialah arus listrik yang nilainya tetap atau konstan terhadap satuan waktu. Arus ini dapat pula disebut dengan arus searah. Contoh sumber listrik arus searah ialah baterai dan akumulator (Accu).

Baca Juga :  √ Mau?? Motor Anda Pada Lampu Sein Nyala Semua (Lampu Hazard)!! Ini Cara Membuatnya

Karena itulah listrik DC banyak digunakan untuk alat elektronik, control, automotive dan lain sebagainya.

Perbedaan Arus Listrik AC Dan DC

Jika sudah mengetahui apa yang dimaksud dengan arus listrik AC dan DC, maka berikutnya akan dibahas mengenai perbedaan antara arus listrik AC dan DC, kedua arus listrik ini dapat dibedakan berdasarkan:

Dilihat Dari Bentuk Gelombangnya

Perbedaan bentuk gelombang ini dapat dilihat dan diteliti dengan menggunakan osiloskop. Osiloskop ialah alat yang digunakan untuk melihat gelombang sinus yang ditimbulkan tenaga AC dan DC. Bentuk dan lambang gelombang listrik arus AC dan DC dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Dilihat Dari Metode Penggunaannya

Dari metode penggunaannya arus AC memiliki besar dan arah yang berubah-ubah secara bolak-balik. Maksudnya kutub arus ini selalu berubah-ubah dari positif ke negatif dan negatif ke positif.

Karena itulah walaupun stop kontak (colokan listrik) dipasang bolak-balik tidak akan terjadi konsleting ataupun kerusakan lainnya. Sebaliknya jika sebuah baterai yang merupakan listrik arus DC dipasang terbalik.

Maka baterai tidak akan berfungsi. Bahkan untuk alat-alat listrik DC lain akan terjadi ketidaknormalan fungsi, hal ini terjadi karena kutub arus DC tidak pernah berubah dari positif ke negatif maupun sebaliknya.

Bahaya Arus Listrik AC Dan DC

Sebenarnya bahaya dari listrik arus AC dan DC ialah sama yakni karena sengatannya. Namun tingkat kebahayaannya cukup berbeda. Sengatan listrik atau yang sering disebut setrum merupakan bahaya yang sering terjadi akibat kelalaian manusia.

Istilah kesetrum dapat diartikan sebagai suatu peristiwa hubungan singkat dimana tubuh manusia menjadi konduktor bagi arus listrik. Konduktor ialah benda-benda yang dapat menghantarkan listrik.

Definisi lain dari kesetrum ialah peristiwa mengalirnya arus listrik pada tubuh manusia akibat kontak antara tubuh manusia dengan sumber listrik yang dapat menyebabkan stimulasi (rangsangan) pada saat yang berlebihan, itulah yang menyebabkan timbulnya rasa sakit saat kesetrum.

Baca Juga :  [Tips Jitu] Cara Pasang Relay Klakson Pada Sepeda Motor

Contoh Pemanfaatan Arus Listrik AC Dan DC

Adapun contoh pemanfaatan arus listrik AC dan DC diantaranya yaitu:

Pemanfaatan Arus Listrik AC

Pada umumnya pemanfaatan listrik AC sebenarnya sangatlah banyak digunakan dalam kehidupan sehari – hari, misalnya.

Contohnya barang – barang elektronik yang ada dirumah. Perhatikanlah bahwa semua barang yang menggunakan listrik PLN berarti telah memanfaatkan listrik AC.

Sebagai pengaman listrik AC yang ada dirumah, biasanya pihak PLN menggunakan pembatas sekaligus pengaman yaitu MCB (miniature circuit breaker).

Meskipun demikian, tetapi tidak semua barang yang anda gunakan dirumah menggunakan listrik AC, ada sebagian barang yang menggunakan listrik PLN namun barang tersebut sebenarnya menggunakan listrik DC, contohnya saja Laptop.

Laptop menggunakan listrik DC, listrik tersebut diperoleh dari adaptor yang terdapat pada laptop (atau terdapat pada charger) tersebut.

Jadi saat anda mengisi ulang baterai laptop dengan listrik PLN (AC) maka adaptor didalam laptop akan merubah listrik AC menjadi DC, sehingga sesuai kebutuhan dari laptop.

Contoh pemanfaatan energi listrik AC yang lain adalah : Mesin cuci, penerangan (lampu), pompa air AC, pendingin ruangan, kompor listrik, dan masih banyak lagi.

Pemanfaatan Arus Listrik DC

Listrik DC (direct current) biasanya digunakan oleh perangkat elektronika. Meskipun ada sebagian beban selain perangkat elektronika yang menggunakan arus DC (contohnya; Motor listrik DC) namun kebanyakan arus DC digunakan untuk keperluan beban elektronika.

Beberapa beban elektronika yang menggunakan arus listrik DC diantaranya : Lampu LED (Light Emiting Diode), Komputer, Laptop, TV, Radio, dan masih banyak lagi.

Selain itu listrik DC juga sering disimpan dalam suatu baterai, contohnya saja baterai yang digunakan untuk menghidupkan jam dinding, remote control dan masih banyak lagi.

Baca Juga :  Pengertian Contact Breaker (Platina) Dan Condensor Menurut "Ahli Otomotif"

Intinya kebanyakan perangkat yang menggunakan listrik DC merupakan beban perangkat elektronika.

Demikianlah pembahasan mengenai Arus Listrik AC Dan DC semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat berguna dan bermanfaat bagi kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂